Nyeri ulu hati dan refluks sangat umum terjadi selama hamil, dan sering memburuk di malam hari saat kamu berbaring. Perubahan kecil pada kebiasaan malam dan susunan tempat tidurmu bisa membuat tidurmu jauh lebih nyaman.
Mengapa lebih parah di malam hari?
Hormon kehamilan membuat otot di antara lambung dan kerongkonganmu (saluran yang membawa makanan ke lambung) menjadi kendur, dan bayimu yang terus tumbuh menekan lambungmu. Hal ini membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Gejalanya lebih sering muncul setelah minggu ke-12 dan di akhir kehamilan. Karena refluks bisa lebih sering terjadi saat berbaring, rasa terbakarnya sering lebih terasa di malam hari.
Gejala yang khas adalah rasa terbakar atau nyeri di dada, rasa penuh atau kembung, sendawa, mual, dan makanan yang naik kembali ke mulut. Gejala ini biasanya muncul tidak lama setelah makan atau minum.
Atur makan malammu
- Makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering, sebagai ganti tiga kali makan besar.
- Selesaikan makan malam sekitar 3 jam sebelum tidur.
- Duduk tegak saat makan dan selama beberapa waktu sesudahnya; jangan langsung berbaring setelah makan.
- Kurangi makanan pedas, berlemak, dan berat, serta batasi kafein. Total kafein harian tidak boleh melebihi 200 mg.
- Perhatikan makanan mana yang membuatmu tidak nyaman, seperti buah jeruk, tomat, atau gorengan, dan cobalah menyantapnya lebih awal di siang hari, bukan di malam hari.
- Hindari pakaian yang ketat di bagian pinggang.
- Jangan merokok, dan hindari alkohol sepenuhnya; keduanya bisa memperparah nyeri ulu hati dan juga berisiko bagi bayimu.
Atur tempat tidurmu untuk mengatasi refluks
Menaikkan kepala dan bahu secara bersamaan dapat mengurangi naiknya asam lambung saat tidur. Tumpukan bantal yang hanya menekuk kepalamu ke depan justru bisa menambah tekanan pada perutmu; sebagai gantinya, sangga seluruh tubuh bagian atasmu, atau tinggikan bagian kepala tempat tidur sekitar 10 sampai 20 cm dengan meletakkan sesuatu yang kokoh di bawah kaki tempat tidur di sisi itu.
Berbaring miring ke kiri juga bisa membantu. Karena setelah 28 minggu kamu memang dianjurkan untuk mulai tidur dalam posisi miring, sisi kiri memenuhi kedua tujuan sekaligus.
Sebelum minum obat apa pun
Obat yang menetralkan asam lambung (antasida) dan obat yang mencegah asam naik ke kerongkongan dapat meredakan gejala, tetapi sebagian tidak cocok untuk ibu hamil. Selalu beri tahu apoteker atau doktermu bahwa kamu sedang hamil. Jangan minum obat tersebut bersamaan dengan zat besi atau asam folat; beri jarak setidaknya 2 jam, karena obat itu dapat mengurangi penyerapan suplemen tersebut. Jika langkah-langkah ini belum cukup, doktermu mungkin menyarankan obat lain yang mengurangi asam lambung.
“Nyeri ulu hati biasanya tidak berbahaya, tetapi rasa terbakar yang tidak hilang dengan obat, atau yang disertai gejala lain, perlu ditanggapi dengan serius.”
Kapan kamu perlu menemui doktermu?
Temui doktermu jika gejalamu terus berlanjut meski sudah mencoba langkah-langkah ini, atau jika kamu mengalami sulit menelan, suara serak, batuk yang tidak kunjung sembuh atau terus kambuh, atau penurunan berat badan.
Terutama setelah minggu ke-20, jika nyeri ulu hati yang tidak hilang dengan obat disertai nyeri di bawah tulang rusuk, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, muntah, atau bengkak mendadak di wajah atau tangan, itu bisa menjadi tanda preeklamsia; segera pergi ke rumah sakit. Jika kamu mengukur tekanan darah di rumah: istirahat selama 5 menit lalu ukur lagi; jika hasilnya masih 140/90 atau lebih, telepon doktermu hari ini juga. Jika hasilnya 160/110 atau lebih, istirahat selama 15 menit lalu ukur lagi; jika masih setinggi itu, segera pergi ke rumah sakit atau hubungi nomor darurat setempat.
Sumber
- NHS: Indigestion and heartburn in pregnancy
- NHS: Heartburn and acid reflux
- ACOG: Problems of the Digestive System (acid reflux)
- NHS: Pre-eclampsia
- T.C. Sağlık Bakanlığı: Doğum Öncesi Bakım Yönetim Rehberi (2018), kan basıncı eşikleri
Meyu adalah alat informasi dan pemantauan; Meyu tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan medis.