Di trimester kedua, perutmu membesar dengan jelas dan pola tidurmu juga mulai berubah. Ini waktu yang tepat untuk membiasakan diri tidur miring, karena setelah usia kehamilan 28 minggu kamu dianjurkan untuk mulai tidur dalam posisi miring.
Apa yang terjadi saat kamu berbaring telentang?
Seiring rahimmu membesar, rahim juga makin berat. Saat kamu berbaring telentang, rahim bisa menekan pembuluh vena besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah kembali ke jantung (vena kava inferior). Tekanan ini mengurangi darah yang kembali ke jantungmu; tekanan darahmu bisa turun sesaat dan kamu mungkin merasa pusing. Karena itu, seiring bertambahnya usia kehamilan, kamu dianjurkan untuk menghindari berbaring telentang dalam waktu lama.
Mengapa mulai tidur dalam posisi miring setelah 28 minggu?
Penelitian menunjukkan bahwa mulai tidur dalam posisi telentang setelah 28 minggu berkaitan dengan risiko bayi lahir mati yang lebih tinggi. Posisi paling aman untuk tertidur adalah miring, ke kiri atau ke kanan. Penyebab pastinya belum diketahui; penjelasan utamanya adalah berat bayi dan rahim dapat menekan pembuluh darah utama yang memasok darah ke rahim sehingga mengurangi aliran darah dan oksigen ke bayi. Kemungkinan lain yang sedang diteliti adalah gangguan napas saat tidur, yang lebih sering terjadi saat berbaring telentang.
Anjuran ini tidak hanya untuk tidur malam. Mulailah setiap tidur dalam posisi miring, termasuk tidur siang dan setiap kali kamu kembali tidur setelah terbangun di malam hari.
Berbaring telentang juga bisa memperparah sakit punggung, sembelit, dan wasir. Membiasakan diri dengan posisi baru butuh waktu; kalau kamu mulai berlatih tidur miring di trimester kedua, posisi ini akan terasa jauh lebih alami saat kehamilanmu mencapai 28 minggu.
Kiri atau kanan?
Kedua sisi sama-sama baik. Sebuah penelitian besar di Britania Raya tentang topik ini tidak menemukan perbedaan risiko antara sisi kiri dan kanan. Banyak dokter lebih menyarankan sisi kiri; kamu bisa berbaring ke sisi mana pun yang nyaman bagimu dan berganti sisi sepanjang malam. Kalau kamu mengalami nyeri ulu hati, berbaring miring ke kiri mungkin bisa meredakannya.
“Yang penting bukan posisi saat kamu bangun, melainkan posisi saat kamu tertidur.”
Kalau kamu terbangun dalam posisi telentang, jangan khawatir; berganti posisi saat tidur itu sangat normal. Cukup berguling ke samping dan tidur lagi. Posisi saat kamu tertidur biasanya adalah posisi yang paling lama kamu pertahankan sepanjang malam, jadi cara kamu mulai tidur itulah yang paling penting.
Tips agar tidur miring lebih mudah
- Tekuk lutut dan kakimu sedikit, lalu letakkan bantal di antara kedua kakimu.
- Sangga perutmu dari bawah dengan bantal kecil, atau coba bantal hamil panjang seukuran badan.
- Letakkan bantal di belakang punggungmu; ini membuatmu lebih sulit berguling ke posisi telentang saat tidur.
- Kalau kamu mengalami nyeri ulu hati, tinggikan sedikit kepala dan bahumu bersamaan.
- Kalau kamu merasa lelah, tidur sianglah saat bisa, dan gunakan susunan bantal yang sama agar tetap miring saat tidur siang.
- Saat berolahraga, hindari gerakan yang membuatmu berbaring telentang dalam waktu lama.
Kapan kamu perlu menghubungi doktermu?
Kalau kamu merasa gerakan bayimu berkurang atau ada perubahan pada pola gerakannya yang biasa, segera pergi ke ruang bersalin rumah sakit — jangan menghitung tendangan dulu atau menunggu sampai mencapai 10 gerakan.
Kalau pusing atau rasa mau pingsan yang muncul saat kamu berbaring telentang tidak membaik setelah kamu berbalik ke posisi miring, sampaikan juga hal itu kepada doktermu.
Sumber
- NHS: Reducing the risk of stillbirth
- NHS: Week 27 (the best sleeping positions during pregnancy)
- Manchester University NHS FT: New research confirms risk of stillbirth doubled for women who go to sleep on their backs in third trimester (MiNESS)
- ACOG: Exercise During Pregnancy (lying on your back and venous return)
- Te Whatu Ora / HealthEd: Sleep on side when baby's inside
Meyu adalah alat informasi dan pemantauan; Meyu tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan medis.